TUGAS ETIKA PROFESI AKUNTAN
Nama kelompok :Shandy Pratama (21208441)
Ibnu Anugrah Isra (21208376)
Ryanda Apriliona (21208117)
Kelas :4EB06
Dunia bisnis, tidak hanya menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunyai kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agar jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moral dan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa diwujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.
Dalam menciptakan etika bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah :
Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang “kondusif” harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
Latar Belakang :
Adanya kepercayaan antara pengusaha kuat dan lemah sangat dibutuhkan oleh usaha kecil menengah, hal ini diperlukan untuk kelangsungan usaha. Usaha kecil menengah bisa membantu perekonomian masyarakat menengah, selain untuk kesejahteraan, usaha kecil menengah ini bisa terus dipantau dan mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan.
Kasus :
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Syariah Mandiri merasa optimis bisa membantu permodalan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Programnya,debt nature swap.
“Kami akan terus mengembangkan UKM yang bergerak di bidang lingkungan. Sudah banyak UKM lingkungan yang kami bina,” kata Kepala Kas Bank Syariah Mandiri Pasar Baru, Yance Yulius, di Jakarta, Kamis pekan lalu. Dikatakannya, UKM yang dilirik Bank Syariah Mandiri antara lain adalah UKM yang fokus pada kegiatan daur ulang atau memanfaatkan limbah-limbah bekas menjadi produk yang bernilai ekonomis dan bermanfaat. “Ada UKM yang memanfaatkan boneka bekas menjadi alas kaki. Ini salah satunya yang kami bina,” kata Yance sambil memperlihatkan salah satu produk kerajinan UKM binaan Bank Syariah Mandiri tersebut. Dia mengatakan, program tersebut merupakan hasil kerjasama Kementrian Negara Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Jepang dan Jerman melalui program debt for nature swap yang penyaluran dananya melalui Bank Syariah Mandiri.”Bagaimana teknis dan pengembalian dananya, itu tergantung dari akad (kesepakatan),” kata Yance. Dia menjelaskan, mekanisme pengajuan permohonan kredit akan dibantu oleh tim yang bertugas dalam penyusunan rencana proposal cashflow. Setelah itu diajukan ke divisi khusus tentang pembiayaan mikro.“Proposal itulah nantinya akan diverifisikasi dan diajukan ke Kementerian Negara Lingkungan Hidup,” jelasnya. Menurut Yance, pilihan pada program tersebut karena memberi manfaat yang cukup luas tidak saja terhadap pengusaha kecil tetapi juga lingkungan hidup. Bank Syariah Mandiri saat ini telah berkembang pesat tidak saja dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Di Indonesia aset Bank Syariah Mandiri saat ini telah mencapai Rp 17,77 triliun sejak berdiri pada 1999 lalu.
Sumber: http://www.kompas.com/lipsus112009/kpkread/2009/05/12/04030583/BSM.Incar.UKM.Lingkungan.Hidup
Kesimpulan :
Upaya permodal Bank Syariah Mandiri hasil kerjasama Kementrian Negara Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Jepang dan Jerman melalui program debt for nature swap terhadap UKM yang bergerak dibidang lingkungan hidup (pengolahan Limbah) diharapkan bisa berkembang dan membantu kelestarian lingkungan hidup juga dapat berkiprah dalam dunia bisnis.
Solusi :
Dalam menciptakan etika bisnis salah satu hal yang harus diperhatikan yaitu sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah.oleh karena itu menurut kami diharapkan upaya bantuan modal seperti ini tidak hanya diberikan untuk UKM yang bergerak dibidang lingkungan, tapi juga dibidang lainnya. Karena dengan berkembangnya UKM di Indonesia, mak akan banyak sekali pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia.